Setelah pembukaan, acara
dilanjutkan dengan seminar pertama yang disampaikan oleh Prof. Dr. Uril
Baharuddin dengan tema "Revitalisasi Pendidikan dalam Membentuk Peradaban".
Dalam seminar tersebut, Prof. Uril menjelaskan tentang karakteristik pendidikan
yang harus dimiliki oleh setiap individu, yaitu Rabaniyah (Berbasis Agama),
Waqi'iyah (Relevan dengan Realitas), Mutadarrijah (Bertahap), Mutakamilah
(Komprehensif), Muntazimah (Terorganisir), Tajmiiyah (Menghimpun/Menyatukan),
dan Harakiyah (Dinamis/Aktif).
Prof. Dr. Uril Baharudddin Tema: Revitalisasi pendidikan dalam membentuk
peradaban
Selanjutnya, Dr. Wawan Hari Purwanto, S.H., M.H. mempresentasikan
materi seminar tentang "Wawasan Kebangsaan dan Peran Intelijen". Beliau
menjelaskan bahwa intelijen memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan negara
dengan memberikan informasi yang dibutuhkan untuk merumuskan kebijakan Wawasan
kebangsaan juga menjadi landasan untuk mencapai kepentingan nasional dan
keamanan nasional. Dr. Wawan menekankan pentingnya memperkuat wawasan kebangsaan
untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Beliau juga membahas tentang
tantangan kebangsaan, seperti isu SARA, munculnya "nabi baru", dan pengkhianatan
antar-negara. Untuk menghadapi tantangan tersebut, intelijen harus proaktif
dalam mengantisipasi ancaman dan menyediakan informasi strategis.
Pemateri Seminar kedua Dr. Wawan Hari Purwanto, S.H., M.H Materi: Wawasan
Kebangsaan dan Peran Intelijen
Acara dilanjutkan dengan diskusi tentang
bagaimana pemuda dapat mengambil jalan strategis, yang disampaikan oleh Prof.
Ilyas Indra, S.H., M.H., M.M. Beliau menjelaskan bahwa kepentingan pemuda harus
menjadi prioritas utama, dan negara harus hadir untuk kepentingan pemuda. Prof.
Ilyas juga mempresentasikan 8 program kerja ASTACITA, yaitu:
1. SDM unggul
2. Networking Nasional & Internasional
3. Gerakan Kemandirian Pemuda
4. Gerakan
Wajib Sarjana
5. Gerakan Wajib Wirausaha
6. Menjamin peluang kerja dalam dan
luar negeri
7. Menjadi pejuang
8. Memiliki pendidikan tinggi
Beliau juga
menekankan pentingnya pemuda memiliki kemandirian ekonomi, visi besar, dan
strong karakter. Pemuda harus menjadi youthpreneur dan youthinternational, serta
memiliki kemampuan self-enterpreneur.
Pemateri ke-3 Prof Dr Ilyas Indra MH MM Materi: astacita dan peran pemuda dalam
bersinergi untuk aktualisasi astacita
Setelah acara selesai, peserta Muktamar
XII kemudian dimobilisasi ke penginapan untuk beristirahat dan melanjutkan
kegiatan esok hari.




1 Comments
Memang harus seperti ini untuk kegiatan yang rutin dilakukan.
ReplyDeletedistributor jual alat kesehatan
distributor jual alat laboratorium